Pengasuh Konsultasi Griya, saya punya masalah dengan kamar mandi. Cat dinding selalu berjamur, mengelupas. Saya sudah pakai pelapis antijamur (sealer) berkali-kali terus dicat. Dalam waktu singkat, cat mengelupas. Saya sampai pusing memikirkannya. Bagaimana mengatasinya? Apa perlu dibongkar lagi?
Muryanto, Solo
Bapak Muryanto di Solo, kami memahami permasalahan yang dihadapi Bapak. Pertama, saya ingin menjelaskan konstruksi dinding secara umum. Dinding yang difungsikan sebagai penyekat sering kali menggunakan material bata merah. Khusus untuk dinding di area basah seperti dinding kamar mandi, campuran perekat yang dipergunakan adalah campuran kedap air dengan perbandingan campuran 1 PC : 2 pasir (trasraam).
Setelah bata merah terpasang, selanjutnya ditutup dengan plesteran. Plesteran yang dipergunakan seharusnya juga menggunakan campuran kedap air. Campuran kedap air digunakan untuk mencegah masuknya air ke dalam dinding atau juga untuk mencegah naiknya air dari dalam tanah ke dinding (lihat ilustrasi gambar).
Kasus yang Bapak hadapi, sering kali muncul karena pertama, tingginya kadar air pada permukaan dinding pada saat proses pengecatan. Kedua, tingginya kandungan air di dalam dinding. Akibat dari dua kondisi di atas, kadar air tersebut kemudian menguap perlahan-lahan melalui celah-celah pada lapisan cat. Lapisan cat yang terkena uap air secara terus-menerus akan menjadi lembab kemudian berjamur.
Untuk mengatasinya dapat dilakukan cara sebagai berikut:
Cara pertama, kalau penyebabnya adalah kandungan air di permukaan dinding akibat proses pengecatan, yang harus dilakukan adalah kelupas lapisan dinding hingga sampai ke permukaan acian semen. Untuk mematikan jamur yang kemungkinan masih ada di sela-sela pori dinding, gunakan air kaporit 15% untuk mencuci permukaan dinding. Air kaporit mampu mematikan jamur. Setelah itu, bilas dengan air bersih. Sebelum proses pengecatan dilakukan, dinding harus dalam kondisi kering. Untuk pengecatan, pergunakan jenis cat wall sealer atau waterprofing sealer sebagai cat dasar kemudian baru ditutup dengan finish cat yang dipilih secara lapis demi lapis hingga lapisan cat menutup dinding dengan sempurna.
Cara kedua, kalau penyebabnya adalah kandungan air di dalam dinding yang sangat tinggi, yang harus dilakukan adalah membongkar lapisan plesteran. Setelah plesteran dibongkar, kemudian didiamkan beberapa hari untuk menguapkan kandungan air yang berada di dalam dinding. Setelah dinding kering, beri lapisan plesteran dengan menggunakan campuran plesteran kedap air (trasraam). Selanjutnya dilakukan pengacian. Setelah pengacian usai, biarkan dinding beberapa hari sampai kandungan air keluar semua dan dinding dalam kondisi kering. Berikutnya adalah melakukan pengecatan seperti pada cara pertama.
Rubrik ini diasuh oleh doesan dan mahasiswa di Tim Perancangan Arsitektur (TPA) Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), JL A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura, Sukoharjo.
Arsitek : Samsudi Raidi
Drafter : Mulyanti
Muryanto, Solo
Bapak Muryanto di Solo, kami memahami permasalahan yang dihadapi Bapak. Pertama, saya ingin menjelaskan konstruksi dinding secara umum. Dinding yang difungsikan sebagai penyekat sering kali menggunakan material bata merah. Khusus untuk dinding di area basah seperti dinding kamar mandi, campuran perekat yang dipergunakan adalah campuran kedap air dengan perbandingan campuran 1 PC : 2 pasir (trasraam).
![]() |
| Gambar Konstruksi dinding. Untuk dinding di area basah campuran perekat trasraam 1 PC : 2 Pasir diterapkan di seluruh dinding |
Setelah bata merah terpasang, selanjutnya ditutup dengan plesteran. Plesteran yang dipergunakan seharusnya juga menggunakan campuran kedap air. Campuran kedap air digunakan untuk mencegah masuknya air ke dalam dinding atau juga untuk mencegah naiknya air dari dalam tanah ke dinding (lihat ilustrasi gambar).
![]() |
| dimensi konstruksi dinding |
Untuk mengatasinya dapat dilakukan cara sebagai berikut:
Cara pertama, kalau penyebabnya adalah kandungan air di permukaan dinding akibat proses pengecatan, yang harus dilakukan adalah kelupas lapisan dinding hingga sampai ke permukaan acian semen. Untuk mematikan jamur yang kemungkinan masih ada di sela-sela pori dinding, gunakan air kaporit 15% untuk mencuci permukaan dinding. Air kaporit mampu mematikan jamur. Setelah itu, bilas dengan air bersih. Sebelum proses pengecatan dilakukan, dinding harus dalam kondisi kering. Untuk pengecatan, pergunakan jenis cat wall sealer atau waterprofing sealer sebagai cat dasar kemudian baru ditutup dengan finish cat yang dipilih secara lapis demi lapis hingga lapisan cat menutup dinding dengan sempurna.
Cara kedua, kalau penyebabnya adalah kandungan air di dalam dinding yang sangat tinggi, yang harus dilakukan adalah membongkar lapisan plesteran. Setelah plesteran dibongkar, kemudian didiamkan beberapa hari untuk menguapkan kandungan air yang berada di dalam dinding. Setelah dinding kering, beri lapisan plesteran dengan menggunakan campuran plesteran kedap air (trasraam). Selanjutnya dilakukan pengacian. Setelah pengacian usai, biarkan dinding beberapa hari sampai kandungan air keluar semua dan dinding dalam kondisi kering. Berikutnya adalah melakukan pengecatan seperti pada cara pertama.
Rubrik ini diasuh oleh doesan dan mahasiswa di Tim Perancangan Arsitektur (TPA) Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), JL A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura, Sukoharjo.
Arsitek : Samsudi Raidi
Drafter : Mulyanti

